free counter Menyongsong Kemenangan Dakwah - PKS Surabaya

Menyongsong Kemenangan Dakwah

Taujih Ust. Asnis Matta Jembatan Kecil Menuju Pulau Besar

Oleh Ust. Anis Matta

 

Melalui momentum Ramadhan semoga saat urusan dengan Allah ‘selesai’, urusan kita dengan manusia juga ‘selesai’ dan kita mendapat energi baru dalam Idul Fitri ini.

Yang akan saya sampaikan merupakan terjemah operasional dari taujih habibuna Syaikh Salim Segaf al Jufri.

Terjadi dalam seluruh aktivitas dakwah, grafik terus-menerus naik tidak akan terjadi, akan ada “Jeda sementara” untuk memulai grafk naik lebih tinggi. Kita akan belajar dari kisah tiga nabi yang Allah ceritakan di dalam al Qur’an.

Saat Nabi Yunus ditelan ikan, ketika kita menyelami berada dalam situsasi seperti itu mungkin banyak yang berfikir bahwa the game is over. Saat nabi Musa mengetahui ada konspirasi utk membunuhnya, dan diberi saran untuk keluar dari Mesir, Musa pun keluar dengan rasa takut. Ketika kita menyelami situasi pada waktu itu juga akan muncul pikiran the game is over. Nabi Yusuf kisahnya juga mirip ketika dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudara tirinya.

 

Situasi pelik adalah jembatan kecil menuju pulau besar

Apa yang dilakukan nabi Yunus di perut ikan? Situasi terkepung dan tiada ruang manuver. Ketiadaan ruang manuver itu yang menghantarkan nabi Yunus berdoa : laa ilaaha illa anta, subhanaka inni kuntu minad dholimin. Kesadaran akan kesalahan diri. Nabi yunus terselamatkan. Doa yangg kedua yang disampaikan nabi Musa adalah minta diselamatkan dari kaum yang dzalim ditunjukkan jalan lurus. Sesampai di madyan, Musa bertemu dengan dua orang gadis (putri nabi Syuaib). Musa membaca situasi, Musa mengurai antrian dengan cepat; masalah terselesaikan dengan cepat. Dua gadis itu bersaksi tentang Musa kepada Ayahnya.

Lalu apa yang terjadi dengan Nabi Yusuf? Kesadaran akan drama panjang. Tahu skenario drama, namun ujung dramanya belum diketahui. Di belakang hari nanti Nabi Ya’qub juga berkata hal yang sama. Memahami cerita dari drama, juga endingnya. Pulau besar. Ada kenikmatan. Cerita garis bawahnya adalah saat orang mengatakan the game is over, ada grafik turun, namun ada celah. Untuk menyerap energi baru, untuk melakukan momentum yang lebih besar membutuhkan energi yang jauh lebih besar. Perlu super energi, perlu pematangan ideologi.

Dari kisah Musa dan Yusuf, mereka berdua hadir dalam ruang yang penuh masalah, dan membawa solusi dari semua masalah yang ada. Bani israil menghadapi tirani. Ada masalah krisis ekonomi di era Nabi Yusuf. Situasi yang berisi masalah besar, menjadi perhatian semua orang, dan siapa saja yang mampu memecahkan masalah itu akan menjadi pemimpin.

 

Value – Publik Interest – Mobilisasi

Agama adalah sumber solusi. Tirani dan krisis ekonomi sebagai masalah bersama terselesaikan di era Musa dan Yusuf. Nilai yang diteriakkan harus bisa menyelesaikan masalah. Setelah itu kita baru akan bisa memobilisasi orang. Drama kolosal Nabi Yusuf dan Musa, ideologi yang mampu menyelesaikan masalah, bahwa agama menjadi sumber solusi. Kalau kita ingin menjadi masa depan negeri ini, maka bekal kita adalah tiga unsur: ideologi – public interest – mobilisasi

Kehadiran antum adalah buah dari tiga aktivitas ini. Tinggal kita geser ke ruang negara. Situasi kita saat ini adalah seperti pintu menuju pulau besar.

Diperlukan ruang manuver berlapis :

  1. Ruang manuver ruhiyah; saat kita tersambung ke langit.
  2. Pikiran dan hati kita harus terus menatap ke depan. Melihat pulau besar. Tatap terus ke depan. Imajinasikan pulau besar. Fa amanu famatta’nahum ila hiin. Bukan pulau kosong. Pulau itu penuh manusia. Orang akan mengikuti kita, bila imajinasi kita telah jelas/gamblang.
  3. Waktu kita melakukan mobilisasi, kita akan diikuti tidak hanya pengagum dan pendukung, namun juga ada pembenci. Yusuf keluar dari sumur, konflik tidak selesai. Diusir dari istana. Jadi konflik adalah taqdir kita. Yusuf bin ya’qub bin ishaq bin ibrahim. Konflik tidak mengeluarkan mereka dari ukhuwah. Yusuf masuk istana terkena konflik istana. Drama syahwat. Saat masuk sumur 17 tahun, dan saat masuk istana ia barusan matang. Ada kecenderungan, namun syahwatnya ia lawan. Intinya di pulau itupun kelak kita akan punya musuh. Saat kita membawa nilai, menyelesaikan masalah, tetap akan ada orang yang benci. Erdogan telah menyelesaikan masalah Turki; ekonomi naik. Tapi tahukah antum bahwa beliau menghadapi 100 kali percobaan pembunuhan. Kisah Nabi Sholeh, di kota ada 9 kelompok yang kerjanya adalah merusak, bukan memperbaiki. Jadi selain tepuk tangan, juga kita akan mendapat dentuman meriam. Kita butuh energi besar untuk terus menuju pulau besar. Jeda kita adalah jembatan kecil menuju pulau besar.

Wallahu A’lam Bish Showab.

Silahkan Tulis Komentar Anda...

Leave a reply