Keputusan MK Jadi Pertimbangan PKS Tentukan Dukungan
Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) jadi satu diantara pertimbangan yang dipakai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam menentukan dukungan diberikan pada pasangan calon walikota (Cawali) dan calon wakil walikota (Cawawali) dalam coblos ulang Pemilukada Surabaya.
IBNU SHOBIR Ketua DPD PKS Surabaya pada suarasurabaya.net, Senin (12/07), mengatakan, ada beberapa pertimbangan yang digunakan PKS untuk menentukan dukungan suara pada dua pasangan Cawali-Cawawali yang meraih suara terbanyak pada Pemilukada Surabaya, 2 Juni 2010 lalu.
“Saat ini memang PKS dalam tahapan syuro atau mempertimbangkan arah dukungan. Dalam hal ini ada beberapa dasar yang dipakai karena keputusan yang nantinya keluar adalah keputusan partai. PKS akan menjadikan keputusan MK sebagai satu dasar pertimbangan, kemudian melihat visi misi pasangan apakah seiring sejalan dengan visi misi PKS serta bagaimana model penyelenggaraan pemerintahan yang akan dilaksanakan pasangan Cawali-Cawawali,”papar SOBIR.
Apakah nantinya akan berkoalisi dengan partai lainnya dalam menentukan calon pasangan siapa yang didukung, SOBIR menegaskan, itu kecil kemungkinannya. Artinya, hampir dipastikan tidak akan dilakukan PKS mengingat dukungan suara PKS sangat signifikan dengan karakter kader PKS yang loyalitasnya tinggi.
Sebelum memberikan dukungan pada calon pasangan, SOBIR menjelaskan, sudah melakukan komunikasi dengan FANDI UTOMO calon walikota yang diusung bersama Partai Damai Sejahtera (PDS). Hasil dari komunikasi tersebut, FANDI tetap akan maju namun tidak dengan partai pengusung melainkan timnya sendiri.
SOBIR berasumsi FANDI tetap maju ke coblos ulang Pemilukada sebagai komitmen menghormati demokrasi. “Bisa saja Pak FANDI maju karena pentingnya menjaga martabat demokrasi. Nah setelah ada keputusan Pak FANDI seperti itu, PKS menentukan dukungan untuk merapat pada pasangan apakah RISMA-BAMBANG atau pasangan CACAK (Cak Arif Cak Adies Kadir),“ungkapnya.
Mengingat saat ini masih dalam tahapan melakukan pertimbangan dan kajian, tambah SOBIR, PKS belum bisa mengumumkan ke publik kemana arah dukungan itu diberikan. „Memang ini butuh waktu lama, karena ini untuk kemaslahatan masyarakat Surabaya. Jangan diartikan, proses lama karena ada deal-deal politik dengan pasangan yang akan didukung. Sama sekali tidak,“pungkas SOBIR. (tin)
sumber : suarasurabaya.net, 12 Juli 2010






