Cawali Fuyu Semangat, Fitra Prihatin
SURABAYA-Tim sukses Fandi Utomo-Yulius Bustami (Fuyu) berharap coblos ulang Pemilihan Walikota Surabaya mendongkrak suaranya.
Ibnu Sobir, Ketua DPD PKS Surabaya sebagai pendukung Fuyu mengatakan, suara Fuyu dalam Pilwali lalu, menurut dia, cukup siginifikan. Bila mengikuti Pilwali ulang dimungkinkan masih bisa menang. Karena, banyak suara FUYU hilang karena ada banyak kesalahan dalam pencoblosannya. ’’Suara coblos tembus yang dipersoalkan itu cukup banyak juga, siapa tahu suaranya masuk ke pasangan Fuyu,” ujarnya, Kamis (1/7).
PKS membicarakan langkah ini dengan partai koalisi lainnya serta pasangan Fandi Utomo –Yulisu Bustami.
Pihaknya tidak berpikir mengalihkan suara ke CACAK atau Risma. ”FU (Fandi Utomo, Red) adalah jago PKS dalam Pilwali sehingga segala keputusan FU akan diikutinya. Termasuk perlu mendukung CACAK atau tidak.” ujarnya.
Sedangkan pasangan cawali Fitra Djaja-Naen Soerjono menyatakan tidak akan mengalihkan suara ke cawali-cawawali lain dalam pilwali ulang nanti. Bahkan, dia mempertanyakan kenapa ada pelanggaran dalam pilwali. Kalau ada pelanggaran dalam pilwali berarti pelaksanaan pilwalinya yang buruk. ’’Ikut Pilwali kok curang, ini yang kami pertanyakan kepada MK, KPU, para politisi dan masyarakat yang doyan uang cawali-cawawali,’ ungkapnya.
Menurut dia, persoalan menang atau kalah dalam pilwali adalah realita demokrasi. Tapi kalau faktanya da kecurangan dalam pilwali berarti wibawa proses demokrasi di Surabaya sudah luntur. “Saya belum memutuskan bisa menerima keputusa MK atau tidak, sebab sampai sekarang saya belum diberitahu MK atau KPU Surabaya adanya pilwali ulang,” ujarnya.
Selain itu, bagi dia, konsekuensi ikut atau tidaknya dalam Pilwali ulang tidak jelas. “Kalau saya ikut konsekuensinya apa dan kalau tidak ikut apa, ini yang belum saya pahami dan bisa saya terima,” urainya.
Masyarakat Surabaya dalam pilwali ini ikut berperan atas buruknya penyelenggaran pilwali 2 Juni lalu. Masyarakat ikut bermain-main di dalamnya. Sementara, KPU sebagai penyelenggara ikut mendukung buruknya masalah tersebut.
Naen Soerjono yang menjadi cawawali Fitra Djaja mengatakan, suaranya tidak akan dialihkan kepada siapa pun. Kalau ada yang mengklaim suara independen dialihkan ke salah satu cawali itu tidak benar. pur
sumber : Surabayapost, 1 Juli 2010






